Saturday, 13 August 2011

USTAD LEBAY....


USTAD LEBAY....

Cerita ini bersumber dari narasumber yang benar-benar mengalami kejadian ini. waktu itu gue ketemu sinarasumber kita sebut M. dia artis sinetron yang sinetronnya sedang tayang di stasiun tv swasta (ya iya lah..masak TVRI...siapa yang nonton..?)

Waktu itu M diundang menjadi bintang tamu untuk acara religi yang dipandu oleh ustad yang gayanya agakagak ‘ngondek’. Karena si ustad ini sedang naik daun, maka tayangannya pun konon katanya menduduki rating yang bagus di tv tersebut.....
Maka M pun menyanggupi menjadi bintang tamu, meski sesungguhnya M kurang suka dengan gaya si Ustad.. “Abis, gayanya kayak banci sih..masak ustad banci..?” ucap M berseloro.

Sampai pada acara syuting berlangsung, M sempat kaget ketika si ustad melihat ke dada si M dan melihat bulu dada M yang lebat, si ustad berucap,” ih...bulu dadamu...” ucap si Ustad sambil tersenyum penuh arti ke arah M.
“Bayangin aja, ngapain coba dia ngurusin bulu dada orang. Sempat-sempatnya lagi melontarkan kalimat seperti itu..” ucap M lagi sambil geleng-geleng kepala.

Pada session berikutnya, saat syuting... si ustad dengan gayanya yang bisa membuat penonton haru, menyuruh M menangis. Beberapa kali si ustad membimbing agar M bisa terhanyut dalam suasana, namun dasar M yang emang nggak gampang nangis tetap aja nggak bisa meneteskan airmata. Sampai-sampai si Ustad kesal.
“Abis gimana, kalo kita dipaksa-paksa nangis ya nggak bisa. Kecuali kalo gue disuruh minta maaf ke nyokap gue, baru deh gue nangis. Ini nggak ada angin gak ada hujan masak dipaksa nangis...”

gara-gara M nggak bisa menangis, sempat terjadi beberapa kali retake (pengulangan pengambilan gambar). Tapi tetap saja M tidak bisa nangis.
Kemudian apa yang terjadi....???
“akhirnya acara yang ada gue nya tidak ditayangkan di tv. Entah karena gue nggak bisa bersedih atau kenapa. Yang jelas gue heran saja. Ternyata untuk adegan nangis-nangis itu ada unsur paksaan juga...kalo gue jelas nggak bisa!”

Jadi........
Ternyata semua yang ada di tv tetap saja unreality ya...semua tetap ‘Drama’ yang menjual kesedihan. Nggak acara sinetron..nggak acara religi...semua tetap memakai unsur ‘drama...’ 

No comments:

Post a Comment